Merencanakan Membangun Rumah Kontainer

Menentukan perencanaan serta desain rumah kontainer adalah hal yang sangat penting dilakukan sejak awal. Banyak hal yang mesti kita rencanakan sejak awal dalam membangun rumah kontainer, seperti mendefinisikan serta mengevaluasi kebutuhan ruang, menyiapkan pondasi rumah kontainer, desain rumah kontainer sampai perizinan.

Hampir 90% dari desain arsitektur yang baik adalah perencanaan, mulai dari mengetahui apa yang kita inginkan dari rumah kita, apa anggaran kita mampu, serta faktor-faktor eksternal seperti lokasi, kode, biaya, dll.

Persiapan merupakan bagian yang penting dari proses desain. Saat kita mulai merancang rumah kontainer yang terbuat dari kontainer bekas, “keterbatasan” yang dibawa oleh lokasi, ukuran, dan anggaran akan membuat banyak perubahan keputusan desain yang diperlukan di sepanjang pembangunan rumah kontainer ini. Menyadari masalah tersebut dan bagaimana masalah ini berpotensi untuk mempengaruhi (produktif atau negatif) desain, pembangunan dan anggaran yang ekonomis dan efisien.

Persiapan Sebelum Memulai Merencanakan Rumah Kontainer

Sebelum memulai perencanaan, ada baiknya kita melihat terlebih dahulu secara dekat bagaimana itu kontainer yang biasa untuk pengiriman. Ada baiknya juga kita mendatangi tempat-tempat pembuatan rumah kontainer, dan rasakan ukuran kontainer sebenarnya.

Dari sini kita bisa mendefinisikan ruang dan kegunaannya yang kita perlukan dan akan kita bangun, termasuk perabotan apa yang kira-kira akan berada didalamnya.

Kita juga bisa merasakan standar kenyamanan hidup dalam rumah kontainer. Hal ini penting supaya kita tidak menyesal dikemudian hari. Pastikan juga untuk bertanya tentang harga dari rumah kontainer, dari kontainer kosong hingga yang sudah memiliki berbagai macam ruang dan perabotan.

Menyiapkan Lokasi Peletakan

Memilih lokasi mana yang akan di bangun rumah kontainer merupakan keputusan penting. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan termasuk kelas, bantalan tanah, lansekap yang ada, potensi pandangan, dan kedekatan dengan easement / batas lokasi / jalan.

Secara umum, bila daya dukung tanah konsisten di seluruh lokasi, daerah datar merupakan yang paling cocok.

Daerah datar akan membutuhkan gradasi / penggalian pondasi yang lebih mudah  dan memungkinkan untuk desain dasar yang paling ekonomis untuk sebuah rumah kontainer.

Pondasi Rumah Kontainer

Setelah lekasi bangunan rumah kontainer dipilih dan tersedia, maka kita harus menyiapkan pondasi bangunan rumah kontainer. Pastikan kita mendapatkan ukuran rumah kontainer yang tepat, dan bila memungkinkan mintalah saran kepada pembuat rumah kontainer mengenai rencana pembuatan pondasi, sebab kita mesti megetahui dengan tepat di mana sistem pembuangan dan masuknya air dengan tepat hingga masalah listrik nanti.

Pertemukan dia dengan tukang atau kontraktor yang akan menggarap pondasi supaya tukang atau kontraktor kita memahami dan bisa membangun pondasi dengan tepat.

Ingat, lokasi datar adalah yang terbaik karena hanya memerlukan penggalian minimum dan grading. Biaya pondasi berpotensi sangat mahal, terutama jika daya dukung tanah miskin atau tanah secara substansial miring hingga memerlukan penguatan atau perataan tanah.

Memutuskan Membeli Rumah Kontainer

Walaupun kita bisa membangun sendiri rumah kontainer dari sebuah kontainer bekas yang kosong, namun ini sangat tidak disarankan bagi yang sama sekali tidak mengerti pertukangan. Walaupun harga kontainer bekas kosong hanya sekitar 25% dari harga rumah kontainer jadi.

Pastikan kita telah menentukan ruang-ruang dalam rumah tersebut beserta fungsinya. Pastikan juga telah dilengkapi isolator panas yang baik, sistem kelistrikan yang baik dan saluran pembuangan air dan udara kotor.

Selain itu kita juga berhak untuk menentukan berbagai macam perabotan yang dipakai walaupun mungkin jika terlalu di atas standar mereka akan dikenakan harga tambahan.

Desain rumah kontainer juga akan sangat mempengaruhi harga yang harus kita keluarkan. Apakah kita akan membuat single kontainer atau terdiri dari beberapa kontainer untuk rumah idaman kita. Di sinilah kita akan melakukan tawar menawar dengan pembuat.

Siapkan Biaya Pengiriman

Walaupun pengiriman rumah kontainer biasanya diatur oleh pembuat, namun tetap biasanya kitalah yang harus mengeluarkan biaya pengiriman.

Selain itu, kita juga mesti memperhatikan jalan-jalan yang akan dilalui oleh mobil kontainer yang membawanya. Usahakan lokasi berada dipinggiran jalan, dan jalan tidak terlalu kecil hingga bisa dilalui oleh mobil yang membawanya.

Selain itu, pengiriman juga biasanya menyertakan mobil derek/katrol yang akan mengangkat rumah kontainer tersebut dari mobil ke pondasi yang sudah disiapkan. Usahakan berkordinasi terlebih dahulu dengan pihak berwenang seperti kepolisian dan aparat setempat.

Lengkapi Perijinan

Walaupun untuk di Indonesia sebagian besar rumah kontainer tidak memerlukan ijin mendirikan bangunan atau IMB. Namun sebaiknya kita tetap mendaftarkannya untuk ketenangan kita, terutama jika kita akan tinggal secara permanen disana untuk waktu yang lama.

Usahakan perijinan di proses sejak masa Merencanakan Membangun Rumah Kontainer.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *